Pemantauan WFH: KPU Klaten Tekankan Etika, Pengendalian Diri, dan Semangat Pramuka
KLATEN – #temanpemilih KPU Kabupaten Klaten kembali melaksanakan kegiatan pemantauan pelaksanaan Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO), pada Jumat (14/8). Selain memastikan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pegawai tetap berjalan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi pimpinan untuk menyampaikan arahan.
Arahan diawali oleh Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Klaten, Samsul Huda, yang mengingatkan pentingnya menjaga pergaulan sehari-hari di lingkungan kantor. Menurutnya, interaksi antarpegawai perlu dilandasi etika dan adab, terlebih sebagai bagian dari masyarakat yang menjunjung tinggi tata krama.
“Bagaimana kita menjaga pergaulan kita sehari-hari di kantor. Diperhatikan etika dan adab sebagai orang Timur. Yang muda bagaimana menyapa yang lebih tua, begitu pula sebaliknya. Kita harus tahu dalam bersikap,” ujarnya.
Samsul menekankan bahwa sebagian besar waktu pegawai dihabiskan di lingkungan kerja. Oleh karena itu, menjaga hubungan baik dengan sesama menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana kerja yang nyaman dan harmonis.
Sementara itu, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Muhammad Ansori, mengajak seluruh pegawai untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan diri. Ia menyampaikan bahwa lingkungan sosial mempertemukan setiap individu dengan beragam karakter, sehingga kemampuan beradaptasi dan membangun budaya kerja yang baik menjadi hal penting.
Menurutnya, berbagai inovasi dan perbaikan yang mulai terbangun di lingkungan KPU perlu terus dikembangkan. Setiap pegawai juga memiliki peran sebagai talent yang dapat dilihat, dinilai, dan dievaluasi oleh banyak pihak.
“Sebagai pegawai KPU, sekaligus sebagai talent, kita siap dilihat banyak orang dan dievaluasi banyak orang. Sehingga secara alamiah kita juga akan mengevaluasi diri sendiri dalam rangka peningkatan kinerja. Kita men-challenge diri kita masing-masing,” ungkapnya.
Bertepatan dengan Hari Pramuka yang diperingati setiap 14 Agustus, Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, David Indrawan, mengajak pegawai mengambil nilai-nilai positif dari prinsip kepramukaan untuk diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Beberapa nilai tersebut di antaranya disiplin dan tepat waktu, bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan tanpa harus selalu diawasi, serta mengedepankan gotong royong dan kerja sama. Menurutnya, kerja sama yang baik membutuhkan sikap saling memahami, musyawarah, dan kesantunan dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Selain itu, David juga mengingatkan pentingnya sikap rela membantu dan menolong. Dalam sebuah tim, setiap anggota perlu saling mendukung agar pekerjaan dapat diselesaikan secara optimal.
“Nilai-nilai Pramuka ini relevan dengan kehidupan kita sehari-hari di kantor. Disiplin, tanggung jawab, gotong royong, musyawarah, santun, serta saling membantu menjadi bagian penting dalam membangun tim yang solid,” tuturnya.
Ketua Divisi Teknis Penyelenggara, Herlis Setiyanik, turut mengingatkan pentingnya menciptakan suasana kerja yang nyaman, baik di lingkungan kantor maupun dalam diri masing-masing pegawai. Menurutnya, hal tersebut dapat dimulai dari kemampuan setiap individu untuk mengendalikan diri.
Herlis menilai bahwa saling mengingatkan secara positif merupakan bagian dari upaya bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan harmonis. Dengan karakter setiap individu yang berbeda, kemampuan mengendalikan diri menjadi kunci dalam menjaga hubungan antarpersonal.
“Sebetulnya, andaikan kita bisa mengendalikan diri sendiri, itu sudah bisa mencapai suasana yang aman dan harmonis. Kita harus bisa saling mengingatkan dan mengendalikan diri dengan karakter kita masing-masing,” pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris KPU Kabupaten Klaten, Ika Nurmaliana Dewi, mengajak seluruh pegawai untuk menyaksikan Podcast DINAMIS Episode 126 bertajuk “Dari Tanah Papua ke Klaten: Jejak Pengabdian Mengawal Demokrasi”.
Episode tersebut menghadirkan pegawai KPU Kabupaten Klaten yang baru bergabung setelah kurang lebih enam tahun mengabdi di KPU Provinsi Papua Selatan. Perjalanan pengabdian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus memberikan perspektif baru mengenai pengalaman menjalankan tugas kepemiluan di wilayah yang memiliki tantangan dan karakteristik berbeda.
Ika mengimbau seluruh pegawai untuk memberikan dukungan dengan menyaksikan episode tersebut sekaligus mengambil pelajaran dari perjalanan pengabdian yang telah dilalui.
Beragam arahan dalam pemantauan WFH tersebut menjadi pengingat bahwa membangun budaya kerja tidak hanya berkaitan dengan pencapaian target pekerjaan, tetapi juga menyangkut bagaimana setiap pegawai menjaga sikap, mengembangkan diri, bertanggung jawab, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama.
Dengan semangat disiplin, tanggung jawab, gotong royong, saling menghargai, dan kemampuan mengendalikan diri, KPU Kabupaten Klaten terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, harmonis, dan mendukung peningkatan kinerja dalam mengawal demokrasi.