Sosialisasi

Kadiv Rendatin KPU Klaten Ajak Siswa SMA Negeri 2 Klaten Peduli Pemilu

KLATEN – #temanpemilih Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi (Rendatin) KPU Kabupaten Klaten, David Indrawan, menjadi pembina upacara di SMA Negeri 2 Klaten, Senin (31/8). Dalam kesempatan tersebut, David mengajak para siswa untuk mulai peduli terhadap Pemilu dan memahami pentingnya suara mereka bagi masa depan.

Di hadapan para siswa, David menyampaikan setidaknya tiga alasan mengapa generasi muda perlu peduli terhadap Pemilu. Pertama, Pemilu berkaitan erat dengan masa depan. Berbagai kebijakan yang menentukan biaya pendidikan, kesempatan kuliah, hingga lapangan pekerjaan nantinya dipengaruhi oleh mereka yang mendapat amanah melalui suara masyarakat.

Kedua, memilih merupakan hak sebagai warga negara. David mengingatkan para siswa yang telah berusia 17 tahun dan memiliki KTP untuk segera memastikan dirinya telah terdaftar sebagai pemilih di Kabupaten Klaten.

Ketiga, menjadi pemilih yang memahami Pemilu akan membuat generasi muda tidak mudah tertipu informasi. Dengan pengetahuan yang cukup, pemilih diharapkan tidak mudah termakan informasi bohong atau hoaks yang dapat memengaruhi pilihan.

David juga membagikan tips menjadi pemilih cerdas ala Gen Z dan Gen Alpha. Ia mengajak para siswa untuk terlebih dahulu “stalking” calon dengan melihat rekam jejak, visi, dan misi, bukan sekadar memilih karena penampilan.

“Stalking dulu calon-nya. Lihat track record, visi dan misinya, bukan cuma ganteng atau cantiknya,” pesannya.

Selain itu, David mengingatkan siswa agar tidak tergoda politik uang. Menurutnya, harga diri dan masa depan pemilih jauh lebih berharga daripada uang yang diberikan sesaat.

Ia juga menekankan pentingnya menggunakan hati nurani dalam menentukan pilihan. Pilihan politik, katanya, seharusnya lahir dari kesadaran diri, bukan karena paksaan orang lain, termasuk orang tua maupun pasangan.

David turut mengingatkan para siswa untuk tidak memilih golput. Ia memberikan perumpamaan sederhana, “Golput itu seperti orang yang datang ke warung, melihat menunya banyak, terus pulang tanpa pesan apa-apa. Padahal lapar.”

Menurutnya, ketika masyarakat mengabaikan kesempatan untuk memilih, kerugian pada akhirnya akan kembali kepada diri sendiri. Kebijakan yang dihasilkan bisa saja tidak sesuai dengan harapan masyarakat, tetapi masyarakat kemudian justru menyalahkan pemerintah.

“Padahal pas dikasih kesempatan untuk memilih, kita malah abaikan.”

Menutup amanatnya, David menyampaikan bahwa saat ini sekitar 21 persen pemilih berada pada rentang usia 17–27 tahun. Proporsi pemilih muda tersebut diperkirakan akan semakin besar pada Pemilu 2029.

“Masa depan negara, terkhusus Kabupaten Klaten, ada di tangan adik-adik sekalian. Jangan diam. Rebut dan ciptakan masa depanmu yang lebih baik,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, KPU Kabupaten Klaten terus mendorong pemilih pemula untuk mengenal demokrasi sejak dini, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, serta menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan aktif dalam menentukan masa depan.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 92 kali
🔊 Putar Suara