Berita KPU Kab Klaten

KPU KLATEN GELAR KELAS DEMOKRASI, TEKANKAN PENTINGNYA LITERASI DIGITAL DAN ETIKA PUBLIK BAGI PELAJAR SMK

KLATEN — #temanpemilih KPU Kabupaten Klaten kembali menyelenggarakan Kelas Demokrasi sebagai bagian dari program pendidikan pemilih bagi generasi muda. Kegiatan berlangsung pada Jumat (12/12) di Ruang GPP KPU Klaten, menghadirkan Muhammad Ansori, Kepala Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Klaten, sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Ansori menegaskan bahwa siswa-siswi sebagai peserta kelas demokrasi, perlu memahami demokrasi tidak hanya sebagai konsep politik, tetapi sebagai keterampilan hidup yang relevan dengan dunia kerja. Ia menjelaskan bahwa demokrasi modern mencakup prinsip kesetaraan warga negara, supremasi hukum, transparansi, akuntabilitas, serta penghormatan terhadap minoritas. Semua hal tersebut, menurutnya, harus mulai dipahami sejak bangku sekolah agar membentuk karakter warga yang matang dan bertanggung jawab.

Ansori juga menyampaikan bahwa demokrasi memiliki peranan penting di lingkungan kerja. Mulai dari kemampuan bermusyawarah, pengambilan keputusan berbasis data, manajemen konflik, hingga komunikasi profesional—seluruh kompetensi itu diperlukan oleh lulusan SMK yang akan terjun ke dunia industri. Selain itu, materi Demokrasi Digital menjadi salah satu bagian penting dalam kelas ini. Para peserta diajak memahami cara membedakan fakta dan opini, mengenali potensi hoaks, menjaga etika berkomunikasi di ruang digital, hingga menyadari pentingnya jejak digital yang bertanggung jawab.

Kegiatan juga membahas sistem politik Indonesia, peran KPU dan Bawaslu, serta fungsi partai politik dalam demokrasi. Pada sesi etika publik, Ansori menekankan nilai integritas, anti korupsi, disiplin, dan pentingnya pelayanan publik yang adil dan transparan. Tak ketinggalan, peserta diperkenalkan pada praktik kepemimpinan demokratis, seperti kemampuan mendengar aktif, debat konstruktif, negosiasi, dan penyampaian pendapat berbasis data.

Mengakhiri sesi, Ansori menyampaikan bahwa demokrasi harus dipahami sebagai budaya dan keterampilan yang dipraktikkan sehari-hari. “Siswa SMK bukan hanya belajar menjelang dunia kerja, tetapi juga membentuk karakter dan etika publik sebagai warga negara yang bertanggung jawab,” tegasnya. Kelas Demokrasi ini menjadi bagian dari kurikulum pengayaan KPU Klaten yang mencakup pengantar demokrasi, sistem politik, demokrasi digital, hingga proyek kampanye literasi demokrasi di lingkungan sekolah. Diharapkan, program ini dapat meningkatkan kualitas partisipasi politik generasi muda.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 77 kali