Berita KPU Kab Klaten

Kolaborasi Soloraya: KPU Klaten Tuan Rumah Jagongan Kepemiluan, Bedah Buku 75 Hari Jalan Terjal Logistik

KLATEN – #temanpemilih Sebagai upaya mengevaluasi sekaligus mengabadikan catatan historis tata kelola logistik Pemilu 2024, KPU Kabupaten Klaten menggelar kegiatan "Jagongan Kepemiluan" pada Rabu (13/5/2026). Bertempat di Aula Kantor KPU Klaten, agenda utama dalam forum strategis ini adalah mengupas tuntas buku terbitan KPU RI yang bertajuk "75 Hari Perjalanan Terjal Logistik Pemilu 2024". Buku karya kolektif berskala nasional ini menjadi sangat spesial bagi penyelenggara lokal karena Ketua KPU Kabupaten Klaten, Primus Supriono, terlibat langsung sebagai salah satu tim penulisnya. Kegiatan tersebut diinisiasi secara kolaboratif oleh Ketua KPU Soloraya dan dihadiri langsung oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono, Anggota Komisioner KPU Jawa Tengah Divisi Perencanaan dan Logistik, Basmar Perianto Amron, serta Sekretaris KPU Jawa Tengah, Tri Tujiana. Forum ini juga menjadi ruang diskusi bagi jajaran Komisioner dan Sekretaris KPU Kabupaten/Kota se-Solo Raya, beserta seluruh jajaran sekretariat di lingkungan KPU Klaten. Sinergi dan Komitmen Berkelanjutan Sebagai tuan rumah, Sekretaris KPU Klaten, Ika Nurmaliana Dewi, menyampaikan ucapan selamat datang kepada segenap pimpinan KPU Provinsi Jawa Tengah dan seluruh jajaran KPU se-Solo Raya. Dalam sambutannya, Ika mengapresiasi inisiasi dari Ketua KPU se-Solo Raya. "Kami atas nama keluarga besar Sekretariat KPU Kabupaten Klaten mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran serta dukungan penuh dari seluruh jajaran. Kami sangat mengapresiasi inisiasi luar biasa dari para Ketua KPU se-Solo Raya. Harapan kami, forum diskusi dan bedah gagasan semacam ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan ke depannya," ungkap Ika. Mengasah Kecerdasan Lokal dalam Krisis Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh jajaran pimpinan KPU Provinsi Jawa Tengah. Buku terbitan KPU RI ini dinilai sebagai produk monumental yang sangat baik karena mampu menyajikan narasi kepemiluan secara jernih, mendalam, dan kaya akan referensi taktis di balik layar penyelenggaraan pemilu yang dinamis. Dalam sambutannya, Ketua KPU Jateng, memberikan sorotan khusus terhadap bagaimana daerah-daerah merespons ketatnya lini masa logistik. Menurutnya, buku ini berhasil memotret manifestasi dari kecerdasan lokal (local wisdom dan local genius) para penyelenggara di tingkat bawah saat dihadapkan pada situasi kritis. Handi menegaskan bahwa lini masa 75 hari bukan sekadar angka, melainkan sebuah ujian nyata bagi kepemimpinan dan manajerial para penyelenggara pemilu. Menurutnya, situasi krisis logistik di lapangan justru berhasil memicu lahirnya kecerdasan lokal sebagai solusi penyelamat. Ia mencontohkan bagaimana daerah-daerah berinovasi menggunakan moda transportasi lokal untuk menembus geografis yang sulit, serta membangun pola komunikasi kultural bersama masyarakat dan pemangku kepentingan demi mengamankan logistik. "Pengalaman-pengalaman taktis berbasis kearifan lokal seperti inilah yang memperkaya khazanah mitigasi krisis pemilu kita," tegas Handi. Logistik adalah Jantung Pemilu Sesi diskusi dipandu secara taktis oleh Anggota KPU Klaten, Muhammad Ansori selaku moderator. Sebagai pembuka forum, Ansori memberikan kesempatan kepada Ketua Divisi Perencanaan dan Logistik KPU Jateng, Basmar Perianto Amron, untuk menyampaikan arahan strategis selaku keynote speaker. Dalam arahannya, Basmar menegaskan posisi vital logistik dalam ekosistem demokrasi. Ia mengibaratkan logistik sebagai organ paling krusial dalam tubuh penyelenggaraan pemilu. "Kita harus menyadari dan menyepakati satu hal: logistik adalah jantung pemilu. Jika aliran logistik tersumbat atau berhenti berdenyut bahkan hanya satu jam di hari pemungutan suara, maka seluruh sistem demokrasi yang kita bangun akan ikut lumpuh. Oleh karena itu, ketepatan jumlah, ketepatan waktu, dan ketepatan sasaran dalam tata kelola logistik bukan sekadar target teknis, melainkan harga mati taruhan tegaknya kedaulatan pemilih," papar Basmar menekankan esensi buku tersebut. Usai sesi pemantik, agenda utama langsung diisi dengan bedah buku oleh Ketua KPU Klaten, Primus Supriono. Selaku narasumber sekaligus salah satu tim penulis buku KPU RI tersebut, Primus mengajak seluruh peserta mendalami esensi di balik perjalanan 75 hari jalan terjal logistik. Sebagai salah satu penulis yang ikut merumuskan buku terbitan KPU RI tersebut, Ketua KPU Klaten, Primus Supriono, memaparkan bahwa buku ini dirancang secara nasional untuk merekam anatomi pergerakan logistik yang sering kali luput dari pandangan publik. "Buku yang disusun oleh KPU RI ini menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya berbicara tentang siapa yang dipilih dan memilih, tetapi ada infrastruktur penting di baliknya yang bekerja secara nyata, yaitu logistik Pemilu. Tanpa manajemen logistik yang kuat, suara rakyat tidak dapat dikonversi menjadi hasil yang sah. Melalui buku ini, KPU RI mendokumentasikan setiap jengkal perjuangan tersebut agar menjadi warisan literasi yang abadi," ujar Primus. Ia juga mengisahkan bagaimana buku tersebut mengupas tuntas tantangan krusial waktu keramat selama 75 hari masa logistik Pemilu 2024, sebuah durasi paling ketat dalam sejarah pemilu modern di Indonesia. Kebijakan manajemen logistik dari KPU RI inilah yang diuji sekaligus memicu ketangguhan penyelenggara di tingkat bawah untuk menyelesaikan dinamika di lapangan. Paparan kaya data tersebut kemudian disambut hangat oleh para perwakilan KPU Kabupaten/Kota se-Solo Raya yang secara bergantian memberikan tanggapan serta berbagi pengalaman riil dari daerahnya masing-masing. Kegiatan "Jagongan Kepemiluan" ini ditutup dengan sesi ramah tamah dan makan bersama. Melalui bedah buku karya KPU RI dan diskusi mendalam ini, diharapkan seluruh teori, catatan kritis, serta best practice tata kelola logistik yang telah dibukukan dapat menjadi kompas resmi dan bekal berharga bagi jajaran penyelenggara pemilu dalam menghadapi tantangan kepemiluan pada masa-masa yang akan datang. **vt

Sinergi KPU Klaten dan Kejari, Ikhtiar Menjaga Kualitas Demokrasi di Kabupaten Klaten

KLATEN — #temanpemilih Upaya mewujudkan Pemilu dan Pemilihan yang berintegritas terus diperkuat oleh KPU Kabupaten Klaten. Pada Senin (11/5), Ketua KPU Klaten, Primus Supriono, bersama jajaran tim melakukan kunjungan resmi ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten. Kunjungan hangat ini disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Klaten, M. Aria Rosyid, didampingi Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun), Kris Hadi Widayanto. Pertemuan ini membahas rencana jalinan kerja sama strategis dalam mengawal jalannya tahapan Pemilu dan Pemilihan ke depan. Ketua KPU Klaten, Primus Supriono, menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas kelembagaan KPU, khususnya dalam menghadapi potensi permasalahan hukum. "Dengan cara ini kami akan semakin meningkatkan kapasitas. Yang terpenting, kami juga diberikan bantuan hukum bila kami mengalami suatu kasus. Semoga dengan ini kami semakin berintegritas, serta mampu menyelenggarakan Pemilu dan Pemilihan dengan semakin baik," ujar Primus. Sinergi antara KPU dan Kejaksaan Negeri ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi penyelenggara, sehingga seluruh tahapan pesta demokrasi di Kabupaten Klaten dapat berjalan dengan lancar, jujur, dan adil. #kpuklaten #kpumelayani

Apel Pagi, Ketua KPU Klaten Ajak Jajaran Maknai Hari Lahir dan Mars KPU

KLATEN – #temanpemilih KPU Kabupaten Klaten kembali menggelar apel pagi rutin pada Senin (11/5) di halaman kantor setempat. Dipimpin langsung oleh Ketua KPU Klaten, Primus Supriono, apel ini diikuti oleh segenap komisioner, para kasubag, pejabat fungsional, serta staf pelaksana. Dalam amanatnya, Primus mengajak seluruh jajaran untuk mendalami sejarah penetapan 7 November 1953 sebagai hari lahir KPU. Menurutnya, momentum tersebut merupakan tonggak awal bekerjanya lembaga penyelenggara pemilu ini secara nyata. "Sudah ada aktivitasnya, pekerjaannya. Pondasi, bangunan, hingga orang-orangnya sudah ada. Di situlah mulai kerja pertama pada 7 November 1953. Ini mengingatkan kita bahwa KPU bukan sekadar wadah, melainkan sebuah kerja," tegas Primus. Selain itu, Primus juga menekankan pentingnya menjiwai Mars KPU. Ia menyoroti penggalan lirik di akhir, yaitu “Bagi rakyat kami berbakti, bagi bangsa kami mengabdi. Indonesia, jayalah negeriku!” Ia berpesan agar bait komitmen tersebut tidak sekadar dinyanyikan, melainkan benar-benar diterapkan dalam etos kerja sehari-hari. "Mari dengan semangat pengabdian kita, yang dipantik oleh hari lahir KPU dan Mars KPU, menjadikan spirit yang bisa kita pelihara setiap hari," pungkas Primus menutup arahannya.

DPRD dan KPU Klaten Godok Raperda Dana Cadangan Multi-Years untuk Pilbup 2030

KLATEN – #temanpemilih KPU Klaten menghadiri undangan Rapat Gabungan Komisi 1 dan Komisi 3 DPRD Kabupaten Klaten pada Kamis (07/05). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Badan Anggaran DPRD Kabupaten Klaten ini membahas agenda krusial mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pembentukan Dana Cadangan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Klaten Tahun 2030. Hadir dalam rapat tersebut jajaran Komisioner KPU Kabupaten Klaten bersama sekretariat, yang disambut langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Klaten, H. Edy Sasongko, didampingi Wakil Ketua DPRD, H. Hariyanto, S.Pd. Rapat ini juga melibatkan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten. Dalam forum tersebut, KPU Kabupaten Klaten memberikan masukan strategis terkait estimasi kebutuhan anggaran penyelenggaraan pemilihan di masa mendatang. Pembentukan dana cadangan ini dipandang sebagai langkah penting untuk menjamin ketersediaan anggaran secara bertahap (multi-years), sehingga pelaksanaan Pilbup 2030 dapat berjalan tanpa kendala finansial yang membebani APBD dalam satu tahun anggaran tunggal. KPU Kabupaten Klaten terus berkomitmen untuk bersikap proaktif dalam setiap tahapan perencanaan, baik teknis maupun penganggaran, guna mewujudkan Pemilihan yang berintegritas dan berkualitas di Kabupaten Klaten. #kpuklaten #kpumelayani #klatenbersinar

Lakukan Perbaikan dari Hal Kecil, Strategi KPU Klaten Sempurnakan Pelayanan Demokrasi

KLATEN – #temanpemilih Segenap pimpinan dan jajaran pelaksana di lingkungan KPU Kabupaten Klaten, mengawali aktivitas dengan Apel Pagi, Senin (4/5). Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, David Indrawan, yang bertindak sebagai pembina apel. Dalam arahannya David mengajak seluruh peserta apel untuk berkaca pada sosok pengusaha dunia, Sir Richard Branson. Ia menekankan bahwa sebuah perubahan besar dalam organisasi seringkali lahir dari hal yang dianggap remeh: sebuah catatan. David menceritakan bagaimana Branson selalu mencatat ide-ide dan masukan dari orang-orang di sekitarnya. Ia percaya bahwa inovasi jarang lahir di meja rapat yang formal, melainkan dari interaksi langsung di lapangan. "Kisah ini sangat dekat dengan apa yang kita alami sehari-hari. Di kantor KPU Klaten, acap kali tumpukan dokumen, analisa data, bahkan hasil interaksi dengan masyarakat, dengan instansi lain. Terkadang ada hal-hal detail atau masukan penting yang terlewat begitu saja," ungkap David. Bagi David, reformasi birokrasi dan perbaikan tata kelola kerja tidak melulu soal kebijakan besar yang rumit. Justru, kepekaan terhadap proses kerja sehari-hari dan kemauan untuk mencatat setiap kendala adalah fondasi evaluasi yang kuat. Ia mendorong seluruh jajaran untuk lebih peka dan membiasakan diri mendokumentasikan setiap ide maupun permasalahan yang ditemui saat bertugas. “Perbaikan tata kelola kerja dapat dimulai dari melakukan perbaikan dari hal-hal kecil” pungkasnya. Dengan semangat Branson, David berharap KPU Kabupaten Klaten terus berupaya menyempurnakan sistem kerja demi memberikan pelayanan terbaik bagi demokrasi di Kabupaten Klaten.

Ansori Hadiri Peluncuran Buku Lilin-Lilin Menerangi Jalan: 21 Kartini Masa Kini, Sumbang Karya Inspiratif

SEMARANG – #temanpemilih Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Klaten, Muhammad Ansori menghadiri kegiatan peluncuran buku “Lilin-Lilin Menerangi Jalan: 21 Kartini Masa Kini” yang diselenggarakan di Kantor KPU Provinsi Jawa Tengah, Kamis (30/4). Kehadiran Ansori dalam kegiatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi KPU Kabupaten Klaten. Pasalnya, ia merupakan salah satu dari 21 tokoh penulis yang terlibat dalam penyusunan buku tersebut. Dalam proses penulisannya, Ansori berkolaborasi bersama 3 penulis dari KPU Provinsi Jawa Tengah dan 17 Anggota KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah untuk merangkai narasi inspiratif tentang sosok-sosok perempuan inspiratif. Pada kesempatan tersebut, Ansori juga didaulat untuk menulis sekaligus membacakan puisinya berjudul “Lilin-Lilin Menerangi Jalan”. Dalam pembacaan puisi, ia berkolaborasi dengan Akmaliyah, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Provinsi Jawa Tengah. Pembacaan puisi berjudul “Lilin-Lilin Menerangi Jalan”, oleh Muhammad Ansori.   Dalam keterangannya, Ansori mengungkapkan bahwa proses penulisan buku ini memiliki tantangan tersendiri. “Menulis buku ini menjadi tantangan karena waktu yang diberikan relatif singkat, kurang lebih hanya 10 hari, bertepatan dengan akhir bulan puasa dan menjelang Lebaran,” ungkapnya. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa proses pemilihan tokoh perempuan inspiratif dari Klaten bukanlah hal yang mudah. “Justru karena banyaknya tokoh perempuan inspiratif di Klaten, kami perlu mempertimbangkan dengan matang siapa yang akan diangkat dalam tulisan,” tambah Ansori. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengalaman menulis yang telah dimiliki sebelumnya cukup memberikan kemudahan dalam proses penyusunan karya tersebut. Ansori menyampaikan bahwa kebiasaannya menulis dengan gaya feature menjadi salah satu faktor yang membantu dalam mengembangkan alur cerita, sehingga narasi yang dihasilkan terasa lebih hidup, mengalir, dan mampu menyampaikan pesan secara lebih kuat kepada pembaca. Selain itu, pendekatan tersebut juga dinilai efektif dalam mengangkat sisi human interest dari tokoh yang ditulis, sehingga lebih mudah dipahami dan membekas, demikian disampaikan Ansori. Melalui keterlibatannya dalam buku ini, Ansori berharap karya tersebut dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus memperkuat semangat literasi, khususnya dalam mengangkat peran perempuan dalam pembangunan demokrasi. ***vit

🔊 Putar Suara