Menjaga Umbul Demokrasi: KPU Klaten Perkuat SDM dan Pendidikan Pemilih Pasca Pemilu

Amanat apel pagi, Senin (/2/2026) disampaikan Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM, Muhammad Ansori
KLATEN – #temanpemilih KPU Klaten kembali melaksanakan apel pagi, Senin (2/2/2026). Kegiatan yang digelar di halaman Kantor KPU Klaten tersebut menghadirkan Muhammad Ansori (Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM) selaku pembina apel, serta diikuti oleh seluruh komisioner, sekretaris, jajaran sekretariat KPU Kabupaten Klaten, mahasiswa magang, dan pelajar yang tengah melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL).
Dalam amanatnya, Ansori menekankan bahwa berakhirnya tahapan Pemilu tidak berarti berakhirnya tanggung jawab kelembagaan. Masa non-tahapan justru menjadi momentum strategis untuk menjaga ritme kerja organisasi, khususnya dalam rangka penguatan SDM serta pengemasan pendidikan pemilih yang berkelanjutan. Konsistensi kerja, ketelitian administrasi, serta peningkatan kapasitas SDM merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan Pemilu.
Hal ini dianalogikan Ansori melalui kisah seorang penjaga umbul di Klaten. Si penjaga umbul ini secara penuh kesadaran dan konsisten merawat mata air. Setiap pagi sebelum loket pembelan tiket dibuka, ia membersihkan sampah-sampah sepanjang aliran menuju umbul dan sekitarnya.
“Meskipun tidak diperintah dan kerap tak diperhatikan, penjaga umbul itu secara konsisten membersihkan sampah selama bertahun-tahun sehingga umbul tetap bening. Saat ia sakit dan pekerjaan itu terhenti, sampah pun mengotori umbul, apalagi sempat terjadi banjir. Dari situlah masyarakat menyadari bahwa kejernihan umbul bukan semata karena alam, melainkan hasil dari kerja kecil yang dilakukan secara rutin,” terang Ansori.

Segenap pegawai mengikuti kegiatan apel pagi dengan tertib.
Dalam hal di instansi KPU, Ansori mengatakan bahwa kerja-kerja baik di luar tahapan Pemilu mungkin tidak banyak diperhatikan oleh masyarakat seperti halnya saat tahapan berlangsung. Namun demikian, upaya tersebut akan membawa dampak positif ketika tahapan pemilihan kembali dimulai. “Demokrasi yang berkualitas membutuhkan proses yang jernih. Oleh karena itu, peran penyelenggara Pemilu adalah menjaga kejernihan “umbul demokrasi” secara berkelanjutan, meskipun tidak selalu terlihat,” ungkapnya.
Ansori menegaskan pentingnya inovasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas SDM dan pendidikan pemilih melalui pelibatan masyarakat. Ia menekankan bahwa kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten, meski sederhana, akan berdampak besar. Hal tersebut dinilai relevan dengan tugas KPU dalam memastikan ketepatan data, kepastian layanan, serta pendidikan pemilih berkelanjutan.
Melalui apel pagi, KPU Klaten meneguhkan komitmen untuk terus menjaga profesionalitas, integritas, dan kebersamaan dalam menjalankan tugas pasca tahapan Pemilu, serta memastikan pendidikan pemilih tetap berjalan sebagai bagian dari upaya merawat demokrasi berkelanjutan.***asp